sejarah kopi

Sejarah Kopi Arabika dan Pulau Jawa

Kopi adalah salah satu pemicu sakit maag. Anda mungkin penderita sakit maag dan memilih untuk membatasi atau bahkan tidak mengkonsumsinya sama sekali. Namun, ada banyak sekali penderita sakit maag yang begitu menggemari kopi sehingga merasa kesulitan untuk membatasi konsumsinya.

Jika Anda juga seorang penggemar kopi, hal itu tidak mengherankan mengingat ada banyak sekali orang di seluas dunia juga menggemarinya. Aroma, rasa, dan khasiatnya telah membuat kopi menjadi salah satu komoditas pertanian yang mendunia.

Tahukah Anda sejarah penyebarluasan kopi? Penyebarluasan kopi arabika adalah kisah yang menarik untuk diketahui. Lagipula, apakah Anda tahu bahwa ternyata Pulau Jawa pernah menjadi persinggahan penting dalam sejarah penyebarluasan kopi arabika? Begini ceritanya.

Dahulu di dataran tinggi di Etiopia, tanaman kopi tumbuh secara liar. Keturunan dari tanaman kopi Etiopia ini diberi nama Coffea arabica, kopi arabika, karena pada abad ke-15 tanaman kopi ini dibudidayakan di Jazirah Arab. Pada waktu itu Jazirah Arab melarang ekspor benih kopi.

Kendati Jazirah Arab melarang ekspor kopi, pada tahun 1616 Belanda berhasil memperoleh bibit atau tanaman kopi dari sana. Tak lama kemudian, Belanda membuat perkebunan kopi di daerah-daerah jajahannya, Ceylon (sekarang Sri Lanka) dan Pulau Jawa. Tahun 1706 Belanda membawa pulang sebatang tanaman kopi muda dari Pulau Jawa ke perkebunan di negara mereka, tepatnya di kota Amsterdam. Tanaman muda itu pun tumbuh dan berhasil dibudidayakan.

Singkat cerita, banyak negara kemudian menyusul pengembangan perkebunan kopi arabika , di Amerika Tengah, Karibia, Prancis, Hawai, dan beberapa negara lainnya. Walaupun menyebar di berbagai belahan bumi, semua perkebunan kopi arabika tersebut berasal dari nenek moyang yang sama, sebatang tanaman kopi muda yang dibawa dari Pulau Jawa ke Amsterdam. Dewasa ini terdapat lebih dari 25 juta perkebunan kopi arabika keluarga di sekitar 80 negeri. Lain waktu Anda menikmati sedap dan harumnya kopi arabika, Anda dapat membayangkan ratusan tahun yang lalu, nenek moyang kita mungkin sedang menggarap perkebunannya di Pulau Jawa, tempat tumbuhnya nenek moyang tanaman kopi yang sedang kita nikmati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2016
M T W T F S S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: